Lewati ke konten
Negara/Wilayah
Cari
Keranjang
Lotus Light Offering — A Lamp for Wisdom in the Dark

Persembahan Cahaya Teratai — Lampu Kebijaksanaan di Dalam Kegelapan

Dalam Buddhisme, cahaya melambangkan kebijaksanaan, pengetahuan yang jernih yang mengusir kebodohan.
Buddha pernah berkata, "Seperti sebuah lampu yang menyalakan lampu lain, ia tidak kehilangan apa pun dari dirinya sendiri."
Ke persembahkan Cahaya Teratai adalah untuk mendoakan pencerahan bagi semua makhluk, dan meneguhkan kejernihan batin diri sendiri.

Kuil-kuil di seluruh Himalaya dan Asia Tenggara menjaga ribuan lampu mentega tetap menyala siang dan malam. Setiap nyala api adalah doa untuk kejernihan — bagi yang telah tiada, yang menderita, dan mereka yang hidup tanpa arah. Ia mewakili setiap pikiran yang kuat dan kehendak yang tak tergoyahkan. Meletakkan cahaya di hadapan Buddha adalah sebuah isyarat keyakinan dan kepercayaan diri, cara untuk menarik kekuatan dan ketenangan batin dari nyala api itu sendiri.

Bagaimana jika kita tidak memiliki lampu fisik untuk dipersembahkan? Sebenarnya, lampu sejati itu tidak pernah berada di luar, ia selalu ada di dalam hati.

Nyala api mengajarkan saling ketergantungan: ia bertahan melalui keseimbangan, kekurangan oksigen, ia padam; terlalu banyak, ia berkedip. Dengan cara ini, lampu menjadi metafora bagi pembinaan pikiran sendiri. Ketika kegelapan datang, duka, ketidakpastian, depresi, pikiran runtuh ke dalam. Kita kehilangan rasa bahwa kejernihan itu ada. Ritual Persembahan Cahaya mengembalikan wujud dari kejernihan itu.

Ketika kamu merasa terbebani atau tersesat, ritual persembahan cahaya kami dapat membantu Anda. Layanan Persembahan Cahaya Teratai Kami memungkinkan Anda mendedikasikan sebuah lampu, di kuil atau secara digital, kepada siapa pun yang ingin Anda berkahi.
 Lampu Anda dinyalakan oleh para biksu, diiringi pembacaan Sutra Hati.
 Satu cahaya saja tidak akan memperbaiki dunia, tetapi dapat mengembalikan keyakinan Anda bahwa penerangan masih mungkin, dan memperkuat kepercayaan Anda pada cahaya Buddha.